Mencetak Pemilih Cerdas sejak Sekolah: Langkah Bawaslu Mempawah Edukasi Gen Z di SMAN 1 Sungai Kunyit
|
Mempawah – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mempawah menggelar kegiatan Sosialisasi Demokrasi bagi Pemilih Pemula di SMA Negeri 1 Sungai Kunyit pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Mempawah, Fero Yudo Maulana, S.E., bersama Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HP2H), Janurius, S.Pd.K.
Kehadiran tim Bawaslu disambut hangat oleh pihak sekolah. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Mempawah, Fero Yudo Maulana, S.E. melalui sambutan dan perkenalan awal, didukung oleh tim staf sekretariat yang meliputi Shahro selaku moderator, Wahyu Akbar dan Ahmad Nur Salim sebagai tim dokumentasi, serta Rizal Surya Rizki selaku fasilitator.
Masuk pada sesi penyampaian materi, Koordinator Divisi HP2H, Janurius, S.Pd.K., hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan pemahaman mengenai pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula. Dalam paparan pokoknya, beliau menjelaskan pemahaman mendasar terkait Demokrasi Pancasila serta pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang berasaskan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil). Selain itu, dipaparkan pula kelembagaan penyelenggara Pemilu di Indonesia, yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Narasumber juga memaparkan ketentuan mengenai hak memilih sebagaimana diatur dalam Pasal 198 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Dijelaskan bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) yang pada hari pemungutan suara sudah genap berusia 17 tahun atau lebih, sudah kawin, atau pernah kawin memiliki hak memilih, kecuali anggota TNI/Polri serta warga negara yang hak pilihnya dicabut berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Materi dilanjutkan dengan penyampaian data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Mempawah pada Pilkada 2024 yang berjumlah 213.579 pemilih, di mana kelompok Milenial dan Generasi Z (Gen Z) mendominasi jumlah pemilih tersebut.
Lebih lanjut, Janurius menekankan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas, yaitu pemilih yang menentukan pilihan berdasarkan visi, misi, program kerja, serta rekam jejak para calon. Para siswa diimbau untuk menghindari dampak buruk dari pilihan yang tidak cerdas, seperti lahirnya pemimpin yang tidak berkualitas dan lambat membawa perubahan. Selain itu, narasumber secara tegas mengingatkan peserta untuk menjauhi berbagai hal yang dilarang dalam pemilu, seperti politik uang, politisasi SARA, penyebaran berita bohong (hoax), serta ujaran kebencian, sembari mengajak siswa mengecek kepesertaan DPT mereka secara mandiri.
Selama berlangsungnya penyampaian materi, para siswa dan siswi SMAN 1 Sungai Kunyit tampak sangat antusias mengikuti alur diskusi dan tanya jawab. Suasana kegiatan berjalan dengan hangat, penuh interaksi, dan informatif.
Rangkaian acara sosialisasi ini kemudian ditutup secara resmi dengan prosesi penyerahan cenderamata (merchandise) serta plakat kenang-kenangan dari Bawaslu Kabupaten Mempawah kepada pihak SMA Negeri 1 Sungai Kunyit.
Penulis : Wahyu Anugrah Santoso